Menu

Saydina Ali bin Abi Thalib Karomallahu Wajhah

Perkataan Hikmah Ali bin Abi Thalib

Dari Abdu Khair dari Ali radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kebaikan itu bukan dengan bertambahnya harta dan anak tetapi kebaikan itu adalah bertambah banyaknya amal dan besarnya belas kasih. Tidak ada kebaikan di dunia kecuali milik salah satu dari dua orang, yaitu orang yang berbuat dosa lalu dia mengiringinya dengan taubat, atau orang yang bersegera dalam kebaikan-kebaikan. Amal yang disertai takwa tidaklah (berpahala) sedikit, bagaimana mungkin amalan yang pasti diterima itu (berpahala) sedikit?.” (Shifatush Shafwah, I/321).

Dari Muhajir bin Umair berkata, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu bisa menghalangi kebenaran, sedangkan panjang angan-angan bisa melupakan seseorang dari akhirat. Ketahuilah bahwa dunia berpaling menjauh dan akhirat kian mendekat, dan masing-masing memiliki pengikut maka jadilah kalian pengikut akhirat, dan jangan menjadi pengikut dunia. Sesungguhnya hari ini adalah waktu untuk beramal tanpa ada hisab, dan esok (di akhirat) adalah waktu hisab bukan waktu untuk beramal.” (Shifatush Shafwah , I/321-322).
Dari Ashim bin Dhamrah, dari Ali radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ketahuilah, Sesungguhnya orang fakih adalah orang yang tidak membuat manusia putus asa dari rahmat Allah, tidak membuat mereka merasa aman dari adzab-Nya dan tidak terlalu memudahkan mereka untuk bermaksiat kepada-Nya serta tidak meninggalkan al Qur’an karena benci dengan mencari selain al Qur’an. Tidak ada kebaikan di dalam ibadah yang tidak disertai dengan ilmu. Tidak ada kebaikan pada ilmu yang tidak disertai dengan pemahaman dan tidak ada kebaikan di dalam membaca yang tidak disertai dengan tadabbur.” [Shifatush Shafwah, I/325-326]
sumber : www.kisahislam.net